Ketua MWCNU Krembung HM. Suyanto sangat berterimakasih atas kehadiran para ketua ranting dan ketua UPZIS dalam musyawarah tersebut serta mengapresiasi yang setinggi tingginya atas kinerja LAZISNU dalam setiap program yang selalu bersentuhan dengan umat dan aksi kemanusiaan.
"Alhamdulillah malam hari ini 80 % ketua ranting dan ketua UPZIS bisa hadir bersama-sama dalam tema ngopi bareng membahas hal-hal sosial hingga Kemanusiaan. Semoga apa yang kita laksanakan dalam Khidmah di Nahdlatul Ulama ini selalu mendapatkan keberkahan dan mari kita tingkatkan dan optimalkan setiap program yang mampu dirasakan manfaatnya oleh umat," ujar Abah Yanto sapaan akrabnya
Semetara Ketua NUCARE LAZISNU KREMBUNG Achmad Wahyudi menyampaikan bahwa ada tujuh rencana aksi untuk mewujudkan UPZIS LAZISNU yang bermanfaat dan mbarokahi dalam kegiatan momentum.
"Ketujuh Aksi tersebut diantaranya adalah optimalisasi peran UPZIS ranting dalam mendukung Penggalangan dana peduli palestina, kemudian yang kedua adalah adanya dana santunan kematian bagi Rais , Ketua MWC, Ketua Ranting dan UPZIS Ranting yang aktif menjabat sebagai 1 juta rupiah serta santunan pengurus NU, LAZISNU dan pegiat LAZISNU yang aktif sebesar 500.000," jelasnya
Sedangkan peran Aksi yang ketiga adalah mendorong UPZIS ranting juga mengadakan santunan kematian bagi para donatur selain pemberian bantuan air mineral bagi sohibul musibah dengan besaran seusia kemampuan ranting masing-masing.
"Untuk Aksi yang keempat ini kami berharap terkait laporan tetap disampaikan secara utuh setiap bulannya sedangkan LAZISNU MWCNU hanya menerima 30% seperti biasanya," imbuhnya
Dalam forum diskusi ringan tersebut Dosen UNUSIDA ini menyampaikan bahwa dalam aksi yang kelima adalah terkait pentasyarufan kegiatan dari hasil kaleng KOIN NU dalam bentuk sinergi dan kolaborasi dengan banom NU ditingkat MWC maupun ranting serta program empat pilar. Sehingga LAZISNU hanya sebagai pengumpul dan pengelola keuangan sedangkan banom NU adalah pelaksana dari kegiatan tersebut.
"Untuk Aksi ke-6 adalah terkait Koordinasi, Komunikasi dan Konsolidasi Internal harus tetap dijalankan sebagai bahan evaluasi dan proges perkembangan LAZISNU dalam setiap gerakan sedangkan Aksi yang terakhi (ke7) adalah pentingnya Pelaporan Keuangan, Administrasi dan Publikasi yang perlu dishare dan disampaikan dalam setiap forum pertemuan sebagai transparansi publik," pungkasnya
Hadir dalam forum tersebut seluruh pengurus harian dari jajaran Tanfidziah dan Syuriah, dan beberapa ketua lembaga di MWCNU Krembung. Terlihat antusias dan semangat peserta dalam diskusi dan tanya jawab dalam setiap permasalahan dan kendala yang dihadapi setiap ranting masing-masing.
Pewarta : Sutrisno A

0 Komentar