Ujung Tombak Kemandirian Umat: Militansi Kader Ansor dan Fatayat Krembung Kawal Aplikasi GISNU


Krembung, lazisnukrembung.co.id - Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo menggelar launching perdana Program Gerakan Infak, Sedekah Nahdlatul Ulama (GISNU) di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Krembung.

Kegiatan tersebut dilangsungkan di Pendopo Kantor Kecamatan Krembung, Senin (01/06/2025). Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, H Zainal Hayat dalam kesempatan tersebut mengapresiasi atas terlaksananya launching program GISNU di MWCNU Krembung yang sekaligus menjadi pilot project atau percontohan bagi MWCNU se-Kabupaten Sidoarjo.

“Kalau program LAZISNU saya percaya MWCNU Krembung sudah di atas rata-rata, mudah-mudahan semangat untuk menyukseskan GISNU ini semakin bertambah. Nah, tunjukkan kepada masyarakat bahwa kehadiran GISNU di MWCNU Krembung BGSO ini bisa menjawab tantangan-tantangan yang ada di masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Cabang (Kacab) NU Care-LAZISNU Sidoarjo, H Achmad Fahrurrozi mengemukakan, bahwa GISNU merupakan upaya strategis untuk memperkuat kemandirian umat melalui pengelolaan dana yang transparan dan tepat sasaran.

“Tujuan utama GISNU adalah meningkatkan kesadaran warga Nahdlatul Ulama dalam berinfak dan bersedekah, sekaligus menghimpun dana secara akuntabel sesuai peraturan yang berlaku. GISNU ini kami hadirkan sebagai gerakan bersama warga NU untuk menumbuhkan budaya infak dan sedekah, serta memastikan pengelolaannya dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan, bahwa dana yang terkumpul nantinya akan didayagunakan untuk berbagai sektor, mulai dari pendidikan, keagamaan, sosial, hingga kebencanaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, program ini juga bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan organisasi kepada masyarakat serta memperkuat kelembagaan Nahdlatul Ulama.

“Sasaran GISNU mencakup warga NU dan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo, serta kelembagaan NU di tingkat lokal hingga kemungkinan penyaluran di luar daerah sesuai kebutuhan. Pendekatan ini dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas dan merata,” imbuhnya.

Dalam hal mekanisme pentasharrufan, Rozi menjelaskan, dana GISNU akan dibagi secara proporsional, yakni 75 persen untuk Pengurus Ranting Nhadlatul Ulama (PRNU), 15 persen untuk MWCNU, 8 persen untuk LAZISNU PCNU Sidoarjo, serta sisanya untuk tingkat wilayah dan pusat. Pembagian ini dirancang agar kekuatan utama tetap berada di tingkat ranting sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.

“Adapun di tingkat ranting, alokasi dana difokuskan pada operasional dan bisyaroh, penguatan kelembagaan, serta program sosial seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Sedangkan di tingkat MWCNU, pembagian anggaran juga diarahkan untuk operasional, penguatan organisasi, dan program sosial dengan komposisi yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Rozi mengungkapkan, GISNU dirancang sebagai gerakan kolektif yang berkelanjutan. Ia mengajak seluruh warga NU dapat berpartisipasi aktif demi terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan umat. Harapannya, GISNU ini menjadi gerakan bersama yang tidak hanya menghimpun dana, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Hari ini kami juga memberikan pelatihan cara penggunaan aplikasi GISNU untuk puluhan orang calon petugas Penggerak Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama (PISNU) sekaligus membagikan id card dan sebanyak 250 kaleng GISNU yang akan disebarkan di sejumlah 17 ranting se-Kecamatan Krembung,” pungkasnya.

Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua PCNU Sidoarjo, Sekretaris LAZISNU PCNU Sidoarjo bersama jajaran manajemen NU Care-LAZISNU, Pengurus MWCNU Krembung, serta tamu undangan lainnya.

0 Komentar